Klik x untuk menutup hasil pencarian. Cari di situs Remaja Kristen

Mengapa Kasih Allah Lebih Besar daripada Kesalahan-Kesalahan Kita?

Submitted by admin on Wed, 07/16/2014 - 15:12

Pernahkah kamu membuat satu kesalahan? Hampir semua remaja Kristen memiliki daftar hal yang telah dilakukan dalam hidup mereka yang dengan senang hati mereka ingin berbalik dan mengubahnya. Beberapa dari hal tersebut mungkin tampak tidak termaafkan, dan beberapa remaja Kristen percaya bahwa Allah tidak pernah dapat mengasihi mereka karena perbuatan-perbuatan tersebut. Akan tetapi, kasih Allah lebih besar dan lebih baik daripada yang dapat kita bayangkan. Kita semua tidak sempurna. Kita semua pendosa. Kita semua melakukan hal yang salah dari waktu ke waktu. Akan tetapi, Allah mengasihi kita apa adanya. Tidak percaya? Lihatlah baik-baik pada lima orang yang membuat kacau ini dalam Alkitab dan bagaimana Allah memperlihatkan kasih-Nya kepada mereka meskipun mereka tidak sempurna.

Pengacau pertama: Yakub

Meskipun ada kenyataan bahwa Yakub pada dasarnya lahir dari kandungan yang bergulat dan perjanjian, Allah memilihnya sebagai pembawa garis keturunan bagi Yesus. Di masa mudanya, ia menyebabkan begitu banyak persoalan di rumahnya sehingga keluarganya harus mengirimnya ke rumah kakeknya untuk menjaga perdamaian. Allah pada akhirnya mengirim malaikat untuk mendekati Yakub. Ia terus bekerja dengan Yakub, sampai Yakub menjadi pria beriman yang mengagumkan. Ingat, Allah tidak pernah menyerah.

Bacaan lebih lanjut: Kejadian 25:19-34; 27:1-36; 32.

Pengacau kedua: Daud

Kebanyakan remaja Kristen mengetahui cerita tentang betapa hebatnya Daud. Ia mengalahkan Goliat. Ia seorang raja yang sangat berkuasa dan seorang pemimpin militer yang agung. Ia dipilih Allah untuk menggantikan Saul, yang memang bukan seorang raja yang agung. Akan tetapi, bahkan Daud pun jatuh dalam perangkap dari ketidaksempurnaannya. Daud, yang memberi kita begitu banyak perkataan bijak, terjatuh dalam nafsu dan memiliki hubungan perselingkuhan dengan seorang wanita, kemudian berbohong dan membunuh suaminya. Ia menghadapi konsekuensi atas semua perbuatan itu karena Allah adalah Bapa dan memberi konsekuensi atas dosa. Akan tetapi, kasih Allah tidak berkurang karena dosa Daud.

Bacaan lebih lanjut: 2 Samuel 11-12

Pengacau 3: Petrus

Kita semua mengetahui bahwa Petrus adalah salah satu Rasul, dan kita juga mengetahui cerita tetang perbuatannya yang mengacau. Yesus mengatakan kepada Petrus bahwa ia akan menyangkal Dia sebanyak 3 kali, dan Petrus begitu percaya bahwa ia tidak akan pernah menyangkal bahwa dia adalah pengikut Yesus. Akan tetapi, ketika tiba saatnya, Petrus menjadi pengecut dan melakukan tepat seperti yang dikatakan Yesus. Apakah Yesus mengatakan kenyataan tersebut kepada Petrus untuk membuatnya merasa buruk? Tidak. Yesus mengatakannya untuk membuat Petrus memahami bahwa Ia mengasihinya walau bagaimanapun. Kasih dan pengampunan Allah lebih besar dari yang dapat kita bayangkan.

Bacaan lebih lanjut: Markus 14:72

Pengacau keempat: Hawa

Hawa adalah manusia pertama yang berdosa. Ia dicobai oleh Setan, dan ia jatuh ke dalam dosa. Kebanyakan remaja Kristen dicobai, dan hanya sedikit (dalam beberapa hal) yang tidak jatuh ke dalam dosa. Sekali lagi, Allah memberi beberapa konsekuensi serius dengan membuat Hawa dan Adam meninggalkan taman itu, tetapi Ia tidak pernah mengatakan kepada mereka bahwa Ia berhenti mengasihi mereka. Bahkan, kasih dan pengampunan Allahlah yang membuat mereka dapat hidup dan melahirkan keturunan sehingga bumi dipenuhi manusia. Kekuatan Allahlah yang dapat menolong kita untuk mengatasi pencobaan.

Bacaan lebih lanjut: Kejadian 3:21-24

Pengacau kelima: Thomas

Thomas ragu-ragu. Itulah kesalahan terbesarnya, dan itulah sebabnya ada peribahasa, "Dia seperti Thomas si peragu." Namun, Yesus tidak datang kembali dan memberi tahu Thomas bahwa ia "dikeluarkan" karena tidak percaya. Sebaliknya, Ia menawarkan Thomas tangan-Nya sebagai bukti bahwa itu benar-benar diri-Nya dan bahwa Ia telah bangkit lagi. Ada saat-saat ketika sebagian besar remaja Kristen memiliki keraguan. Namun, seperti juga Thomas, remaja Kristen perlu membawa keraguan kepada Allah untuk mendapatkan jawaban yang benar. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : About.com
Alamat URL : http://christianteens.about.com/
Judul asli artikel : Why God's Love is Bigger than Our Mistakes
Nama penulis : Kelli Mahoney
Tanggal akses : 24 Juni 2014
 

Member login

Request new password