Karakter

Menjadi Remaja Kristen Yang Berkarakter

Submitted by admin on Thu, 01/22/2015 - 16:23

Bagaimana gambaran hidup seorang remaja dan orang muda yang tepat bila ingin digambarkan dalam peristiwa-peristiwa di Alkitab, tentulah sangat sulit dan sedikit sekali disinggung.

Remaja dan pemuda/i adalah suatu fase kehidupan yang begitu unik, begitu indah, tetapi sekaligus membingungkan dan berbahaya. Keingintahuan yang besar, merasa merdeka dan bebas, lepas dari pengawasan ketat orang tua, tetapi masih tergantung dan dipelihara secara finansial oleh orang tua.

Remaja ibarat persimpangan jalan, akan menjadi baik atau tidak sangat bergantung pada pilihan-pilihan yang diambil. Di sisi lain, kemampuan untuk mengambil keputusan masih sangat rendah.

Bagi remaja atau pemuda/i Kristen di kota-kota besar seperti Jakarta, situasi ini semakin sulit karena banyaknya tawaran dan mudahnya akses ke berbagai pilihan hidup. Kewaspadaan dan dukungan didikan serta komunikasi di keluarga sangat dibutuhkan agar tidak terperosok kepada pilihan yang salah.

Mari Belajar dari Kesalahan Hawa dan Adam

Bagaimana Saya Dapat Mengetahui Kehendak Tuhan?

Submitted by admin on Mon, 09/15/2014 - 14:46

Ada sebuah kisah lama yang diceritakan oleh para pendeta tentang seorang pria yang terjebak di atap rumahnya selama banjir, angin topan atau tsunami (sesuaikan dengan bencana alam yang terjadi di tempat Anda). Air naik dengan cepat. Saat pria ini berada di atap rumahnya -- dengan ketakutan akan hanyut terbawa arus -- ia berseru meminta tolong kepada Allah, "Allah, tolong selamatkan saya."

Beberapa saat kemudian, seorang teman petani tiba dengan perahunya. " Hai teman, ingin menumpang supaya selamat?", Ia bertanya.

"Tidak" jawab pria yang berada di atap rumahnya. "Allah akan menyelamatkan saya."

Satu jam kemudian, air telah naik sampai ke talang. Seorang relawan penyelamat datang dengan rakit ban kuningnya. "Hei, ayo turun dari sana supaya kau selamat," ia berteriak.

Tetapi, pria di atap rumah itu menolak untuk pergi. "Allah akan menyelamatkan saya."

Satu jam berlalu dan sekarang air telah setinggi setengah atap. Pria di atap itu sekarang berada di atas cerobong asapnya, gugup menatap kematian dan kehancuran yang akan terjadi.

Pemuridan Adalah Amanat Agung

Submitted by admin on Fri, 07/11/2014 - 15:48

"...dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.." (Matius 28 : 20)

Seringkali kita menemukan orang yang mengaku kalau dirinya sudah sekian tahun menerima Tuhan Yesus, namun pada kenyataannya tidak ada perbedaan yang terjadi dalam diri dan kehidupannya dari semasa ia bertobat/menerima Tuhan Yesus. Bahkan yang ironisnya kini hidup mereka menjadi lebih parah dari orang-orang yang tidak mengenal Allah.

Kehidupan orang Kristen yang demikian jelas sangat merugikan kesaksian kita di tengah masyarakat. Kalau diselidiki banyak dari mereka ternyata menghindar untuk dimuridkan dan memuridkan serta tertanam dalam suatu komunitas gereja yang melakukan pemuridan.

Itu sebabnya sesudah seseorang menerima berita Injil, mengakui keTuhanan Yesus Kristus dan memberi dirinya dibaptis, maka orang tersebut perlu segera dimuridkan untuk bertekun dalam pengajaran, dalam persekutuan, dan dalam doa (Kisah Para Rasul 2:42).

Syndicate content
 

Member login

Request new password