Klik x untuk menutup hasil pencarian. Cari di situs Remaja Kristen

Remaja dan Manajemen Waktu

Submitted by admin on Fri, 01/06/2023 - 14:14

Adalah umum bagi remaja untuk bergumul dengan stres. Banyak faktor yang menyebabkan stres, termasuk manajemen waktu yang buruk. Masalah ini meningkat pada akhir tahun 2020 karena banyaknya remaja yang sebelumnya menghadiri kelas tatap muka sekarang mengerjakan tugas sekolah mereka secara online. Struktur yang diterapkan di sekolah tradisional tidak selalu dapat berlaku untuk sekolah di rumah. Namun, bukan hanya remaja yang bergumul dengan manajemen waktu. Hal ini berlaku bagi banyak orang.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika membantu remaja perihal manajemen waktu.

Mengatur waktu

Sangat membantu untuk menggali lebih dalam masalah manajemen waktu. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mendefinisikan apa yang sebenarnya terjadi dengan remaja tersebut. Apakah itu kecenderungan menunda? Apakah ada pengalih perhatian, atau hanya membuang-buang waktu? Apakah karena kurangnya disiplin diri dalam bidang kehidupan lainnya? Apakah itu kemalasan? Apakah ada ketidaktaatan yang disengaja?

Gambar: bersyukur

Lebih dalam lagi, apakah ada alasan yang jelas untuk manajemen waktu yang buruk? Misalnya, kecenderungan menunda mungkin merupakan tanda bahwa ada ketakutan akan kegagalan. Atau, perhatian yang teralih mungkin disebabkan oleh kebosanan dan tidak merasa cukup tertantang. Kemalasan dapat disebabkan oleh depresi atau penyakit. Ada berbagai macam alasan di balik munculnya perilaku dan masalah, dan menghabiskan waktu bersama remaja dapat mengungkapkan hal-hal ini. Perilaku yang dapat diamati adalah bukti pergumulan yang lebih dalam. Firman Tuhan mengarahkan kita melampaui hal yang tampak di permukaan, ke arah hati.

"Peliharalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah pancaran kehidupan" (Ams. 4:23, AYT).

Alkitab memuji kerja keras (lihat Ams. 12:24; 13:4) dan memperingatkan akibat dari kemalasan (lihat Ams. 15:19; 18:9). Salah satu obat untuk kecenderungan menunda adalah disiplin diri. Seorang Kristen harus dimotivasi untuk rajin dalam pekerjaannya karena dia sebenarnya melayani Tuhan.

"Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia" (Kol. 3:23, AYT).

Jika kita segenap hati dalam pekerjaan kita, seperti yang dikatakan ayat ini, kemungkinan besar kita akan lebih mudah mengatur waktu kita dengan baik. Orang dewasa dapat dan harus menjadi teladan dalam hal ini bagi remaja. Mereka juga dapat memahami pergumulannya!

Dalam Terang Kekekalan

Banyak remaja tidak memiliki perspektif kekekalan. Perspektif kekal menekankan pentingnya bagaimana kita menggunakan waktu kita. Saat Anda melayani remaja, Anda dapat memasukkan perspektif ini ke dalam diskusi Anda tentang manajemen waktu. Mempertimbangkan berapa banyak orang dewasa yang juga bergumul dengan waktu, diskusi ini adalah kesempatan mengajar hal-hal yang bisa dipahami bersama dalam rangka membagikan kebenaran Injil. Terlepas dari bagaimana hati kita yang berdosa membuat kita membuang-buang waktu, Yesus memberi pengampunan. Dia juga memampukan kita, dengan kasih karunia-Nya, untuk berubah. Ketika seorang remaja menyerah karena frustrasi, dan mengembangkan kebiasaan manajemen waktu yang semakin buruk, Firman Tuhan dapat campur tangan dan memotivasi perubahan.

"Padahal kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yang muncul sebentar, dan kemudian lenyap." (Yak. 4:14, AYT).

Musa berdoa, "Karena itu, ajari kami menghitung hari-hari kami, supaya hati kami datang kepada hikmat." (Mzm. 90:12, AYT). Salah satu cara untuk mendapatkan kebijaksanaan adalah belajar hidup dengan perspektif kekekalan. Kebijaksanaan membantu dalam semua bidang kehidupan, termasuk bagaimana kita memanfaatkan waktu kita. Ajari remaja tentang hal ini melalui keteladanan dan konseling.

Mengelola Waktu

Ada konsekuensi alami untuk manajemen waktu yang buruk. Ketika seorang anak terlambat, dia melewatkan banyak hal. Ketika dia tidak menyelesaikan tugas sekolah, dia mendapat nilai buruk. Konsekuensi-konsekuensi alami ini sering kali tampak lebih berhasil untuk anak-anak yang lebih kecil dibandingkan bagi para remaja. Ketika remaja mulai bertransisi menuju dewasa, mereka kurang termotivasi oleh konsekuensi alami dan lebih banyak oleh keinginan yang berfokus pada diri sendiri. Ini dapat membawa konsekuensi yang lebih serius, terutama jika seorang remaja belum menerapkan strategi dan disiplin diri.

Manajemen waktu adalah pengelolaan waktu yang bijak. Bagaimana cara kita menghabiskan waktu membutuhkan kebijaksanaan untuk memanfaatkan hari-hari kita sebaik-baiknya dan dengan hati-hati menggunakan waktu kita. Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus memperingatkan orang-orang kudus untuk "Perhatikanlah dengan saksama, karena hari-hari ini adalah jahat" (Ef. 5:15-16, AYT).

Memiliki prioritas adalah tantangan bagi kita semua, tetapi remaja terutama cenderung bergumul untuk membedakan di mana prioritas mereka bermasalah. Ada banyak tanggung jawab dan tekanan dari dunia yang menarik remaja ke arah yang berbeda. Hal-hal yang memiliki nilai kekekalan dengan mudah terpinggirkan. Akan sangat membantu untuk memberikan metode langsung yang praktis kepada remaja untuk bisa memprioritaskan dan menetapkan tujuan.

Alat yang dapat disarankan adalah kalender, buku agenda, jadwal, catatan, dan daftar. Ini tersedia secara digital atau dalam bentuk kertas. Ada alat yang dirancang khusus untuk remaja, mudah ditemukan dengan melakukan pencarian google secara cepat. Untuk remaja yang termotivasi secara visual, alat seperti ini sangat bermanfaat.

Alat dan metode-metode semacam ini membantu remaja untuk mengembangkan etos kerja yang baik. Ini adalah cara untuk membantu mengatur diri mereka sendiri untuk menjadi berhasil dan manajemen waktu yang baik, yang seringnya dapat mengurangi stres.

Menyeimbangkan Waktu

Beberapa anak muda tidak memiliki keseimbangan yang tepat antara bekerja dan istirahat yang sebenarnya. Remaja harus didorong untuk bekerja dengan rajin di rumah, di sekolah, dan di tempat kerja. Fokus utama dalam semua yang mereka lakukan haruslah kemuliaan Allah.

"Apapun yang kamu lakukan, dalam perkataan ataupun perbuatan, lakukan semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah Bapa, melalui Dia" (Kol. 3:17, AYT).

Terlepas dari bagaimana hati kita yang berdosa membuat kita membuang-buang waktu, Yesus memberi pengampunan. Dia juga memampukan kita, dengan kasih karunia-Nya, untuk berubah.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Istirahat adalah penggunaan waktu yang benar dan merupakan kebutuhan. Kita harus berhati-hati untuk tidak menyesatkan remaja tentang menyeimbangkan pekerjaan dan istirahat karena seorang remaja dapat dengan mudah membuat manajemen waktu menjadi berhala atau cara legalistik untuk mencoba mendapatkan perkenanan Tuhan. Ketika orang-orang muda mengabaikan penyegaran yang Allah berikan melalui waktu istirahat, mereka menjadi lelah. Istirahat bukanlah waktu yang terbuang percuma; itu adalah berkat yang diperlukan yang dapat mempersiapkan kita memanfaatkan waktu dengan lebih baik guna bergerak maju. Istirahat juga mengingatkan kita bahwa pada akhirnya Allahlah yang mengatur dan menyediakan setiap kebutuhan kita.

Yang terpenting, kita semua perlu menjadwalkan waktu secara teratur dengan Allah setiap harinya. Dialah yang memperlengkapi kita untuk menjalankan jadwal yang telah Dia berikan kepada kita. Kita seharusnya tidak mengatur waktu kita seolah-olah itu milik kita. Waktu adalah milik-Nya, jadi mari kita ajari remaja untuk meminta hikmat-Nya tentang cara terbaik mengatur waktu mereka.

Pertanyaan untuk Refleksi

  1. Apa pergumulan Anda dalam manajemen waktu? Apakah Anda bisa terbuka tentang isu ini dengan remaja yang Anda layani?
  2. Hal-hal lain apa yang menurut Anda bermanfaat untuk manajemen waktu bagi diri sendiri atau remaja saat Anda berinteraksi dengan mereka?

(t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Biblical Counseling Coalition
Alamat situs : https://biblicalcounselingcoalition.org/2021/01/08/teens-and-time-management
Judul asli artikel : Teens and Time Management
Penulis artikel : Ellen Castillo
 

Member login

Request new password