Mengajarkan Jalan Tuhan Kepada Remaja

Submitted by admin on Tue, 09/09/2014 - 16:06

Bagaimana Menjangkau Hati Orang-Orang Muda?

Mereka bukan anak kecil, tetapi juga bukan orang dewasa. Mereka adalah remaja -- yang sedang mengalami hormon yang bergejolak dan emosi yang berpindah dari fase remaja ke fase dewasa, secepat yang mereka mampu di dunia yang semakin kejam. Lebih dari masa-masa sebelumnya, para orang tua perlu mengamati dan mengawasi, bukan memerintah anak-anak remaja mereka. Ya, anak-anak. Mereka belum 'cukup umur', dan dalam usia belia, mereka tetap menjadi tanggung jawab orang tua/wali mereka. Bahkan, ketika mereka mencapai usia 18 tahun, para remaja membutuhkan teladan yang solid, mengasihi, dan peduli. Pada usia berapa pun, mereka membutuhkan kebenaran.

Ada kabar baik! Firman Allah adalah kebenaran dan dapat menjangkau hati orang-orang dari berbagai tahap usia, bahkan para remaja.

"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12)

"Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya." (Mazmur 119:160)

Membawa anak-anak kepada pembacaan dan pembelajaran firman Tuhan sejak dini sangatlah penting sehingga masa-masa remaja mereka tidak menjadi seperti yang dunia katakan. Ketika masa-masa remaja tiba, idealnya sudah terdapat beberapa kebiasaan dan parameter yang dibangun. Jika tidak, banyak prinsip mungkin akan lebih sulit untuk diimplementasikan. Meski demikian, jangan remehkan kuasa firman Tuhan dan doa.

Saat ini, remaja dihadapkan pada dan berurusan dengan sebuah rangkaian besar keprihatinan: penyalahgunaan obat dan alkohol, berbagai gangguan dan penyalahgunaan resep obat, dan efek samping yang berkaitan seperti depresi, kecenderungan bunuh diri dan kekerasan, gangguan makan dan kecemasan seksual. Mengemudi, kencan, keamanan dari pengaruh internet, situs jejaring sosial, tekanan teman sebaya, pemberontakan, kehidupan keluarga, judi, dan mengutil juga menjadi isu-isu yang terkait dengan remaja setiap hari, dan masih ada lagi. Konsep diri, harga diri, pakaian dan gaya rambut, seni tubuh seperti tindik dan tato merupakan hal-hal yang dilemparkan ke arah orang-orang muda saat ini.

Membantu orang muda untuk mengembangkan tujuan dan kebiasaan yang baik serta sehat akan menghasilkan keuntungan yang besar, misalnya berolah raga dan menjaga badan tetap sehat, makan makanan sehat dan hati-hati dalam memilih kegiatan dan pertemanan. Mengerjakan tugas-tugas sekolah adalah penting, demikian juga dengan bekerja paruh-waktu, menjadi relawan untuk organisasi sosial, atau membantu mereka yang kurang beruntung. Pemilihan media seperti: musik, film, buku, majalah, dan acara televisi semuanya menjadi rangsangan untuk memantau. Dalam lingkungan yang sibuk, bising, dan kacau, waktu hening untuk berkontemplasi adalah sangat penting.

Jelas, menjadi bagian dari kegiatan pemuda gereja adalah sangat penting. Membaca Alkitab setiap hari dan waktu-waktu doa sangat bermanfaat terutama dalam perenungan, pesan-pesan yang ditujukan pada berbagai tantangan dan godaan masa kini. Berikut ini adalah beberapa topik dengan ayat-ayat dan pemikiran yang disarankan.

Menolak Pencobaan

"Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. (Yakobus 1:12-15)

Pencobaan itu sendiri bukanlah dosa. Yesus dicobai dari segala aspek, tetapi Ia tidak berbuat dosa. Pencobaan berubah menjadi dosa ketika pencobaan itu berubah menjadi tindakan. Jujur dan tuluslah. Terbukalah dan kembangkan lingkaran pertemanan yang merupakan sebuah sitem pendukung. Libatkan orang tua, dan pendeta atau pembina remaja/pemuda di gereja. Sadarilah bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar sendirian di dalam kehidupan ini.

Kesepian

".... Karena Allah telah berfirman: 'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.'" (Ibrani 13:5)

Allah hadir di mana pun. Ia selalu bersama dengan dan untuk anak-anak-Nya.

"Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!" (Pengkhotbah 4:9-10)

Rencanankan waktu dan kegiatan untuk bersama orang lain. Layani dan bantu orang lain.

Kemarahan

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32)

Mengendalikan pikiran dan tindakan adalah bijaksana dan memampukan seseorang untuk menghindari konflik.

Memercayai Allah

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Amsal 3:5-6)

Firman Tuhan kaya dengan prinsip-prinsip praktis yang dapat diterapkan pada berbagai situasi dan persoalan kehidupan. Orang-orang muda dapat belajar, dan perlu diajar tentang bagaimana memikirkan hal-hal secara menyeluruh dan mengembangkan tinjauan masa depan, ditunjukkan kemungkinan hasil-hasil yang dicapai dari setiap keputusan yang mereka pertimbangkan. Firman Tuhan adalah pelita kebenaran bagi kaki mereka dan terang bagi jalan mereka. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Share Faith
Alamat URL : http://www.sharefaith.com
Judul asli artikel : Teaching Teens the Ways of God
Nama penulis : Pete Miller
Tanggal akses : 24 Juni 2014
 

Member login

Request new password