Klik x untuk menutup hasil pencarian. Cari di situs Remaja Kristen

4 Kebenaran yang Perlu Diketahui Generasi Berikutnya tentang Gereja

Submitted by admin on Thu, 08/04/2022 - 09:42

Anda tidak perlu jauh-jauh mencari untuk menemukan statistik, artikel, atau buku tentang apa yang salah dengan gereja hari ini dan bagaimana generasi muda berikutnya berbondong-bondong meninggalkan gereja setelah lulus sekolah menengah. Faktanya, sebuah studi dari Lifeway Research menemukan dua pertiga (66%) orang dewasa muda Amerika yang secara teratur menghadiri gereja Protestan selama setidaknya satu tahun saat remaja mengatakan bahwa mereka juga tidak lagi ke gereja setidaknya selama satu tahun antara usia 18 dan 22.

Kita terus-menerus mendengar tentang bagaimana gereja telah gagal memenuhi panggilan Allah. Blog dan artikel memberi tahu kita perubahan apa yang perlu dilakukan gereja untuk menarik generasi berikutnya. Sejujurnya, statistiknya nyata, dan sebagian besar konten ini dibenarkan. Sebagai gereja, kita harus selalu berusaha untuk menjadi saksi yang lebih baik dan menjadi lebih efektif dalam menjangkau generasi berikutnya dengan Injil Yesus Kristus -- untuk mencari cara agar tidak hanya membuat orang muda tetap terlibat dengan gereja, tetapi juga mengajar mereka untuk menghargai dan mencintai gereja. Jadi, kadang-kadang, perlu untuk menunjukkan kesalahan, ketidakkonsistenan, dan kemunafikan.

Gambar: bersyukur

Akan tetapi, saya ingin berbicara tentang apa yang benar dengan gereja. Sebagai orang dewasa dan pemimpin yang percaya, adalah panggilan kita untuk memuridkan siswa agar tetap terlibat dengan gereja lokal dan melayaninya dengan baik. Daripada mengeluh tentang kesalahan gereja dan mengkritik mereka yang pergi, kita perlu mulai memuridkan siswa untuk tinggal, mencintai gereja, dan membantu membangun gereja menjadi seperti yang Yesus inginkan.

Syukurlah, Firman Allah efektif dalam menunjukkan apa yang indah tentang gereja. Itu mengajarkan kita bagaimana mencintai dan melayani gereja. Berikut adalah empat kebenaran yang perlu diketahui generasi berikutnya tentang gereja lokal:

1. Ada Satu Gereja

Saya penggemar berat pelayanan berdasarkan-usia. Namun, salah satu kesalahan terbesar yang kita buat dalam pelayanan siswa adalah melaksanakannya seperti gereja di dalam gereja. Banyak kelompok pemuda memiliki nama, logo, dan pernyataan visi dan misi mereka sendiri. Mereka jarang berinteraksi dengan gereja lokal pada umumnya.

Jika pelayanan siswa berjalan seperti gereja di dalam gereja, ketika remaja lulus dari pelayanan siswa itu, mereka merasa seperti bergabung dengan gereja yang berbeda meskipun bertemu di alamat yang sama. Ini adalah transisi yang aneh bagi mereka karena mereka tidak tahu kepemimpinan, visi, atau memiliki hubungan yang mapan di luar kelompok pemuda. Itu sebabnya, banyak yang pergi.

Luangkan waktu untuk memuridkan satu generasi, dan melaksanakannya sebagai satu gereja dengan banyak generasi. Temukan cara bagi seluruh jemaat untuk berada di misi bersama, melayani bersama, dan membangun hubungan bersama.

"... begitu juga kita, walaupun banyak, tetapi adalah satu tubuh dalam Kristus, dan secara individu adalah anggota bagi yang lain" (Roma 12:5, AYT).

2. Gereja adalah Keluarga Anda Selamanya

Jika Anda telah dibeli oleh darah Yesus dan Roh Kudus Allah tinggal di dalam Anda, Anda adalah gereja. Muridkan generasi berikutnya untuk memahami bahwa gereja bukanlah sebuah bangunan; tetapi adalah orang-orang. Generasi berikutnya adalah gereja. Jika mereka adalah gereja, mereka akan selalu menjadi bagian dari gereja, bahkan ketika mereka mencoba lari dari ekspresi lokalnya.

Ketika Allah menyelamatkan Anda, Dia membawa Anda ke dalam sebuah keluarga. Gereja lokal adalah jawaban Allah atas kesepian Anda. Sebagai gereja, Anda bisa tertawa bersama dan menangis bersama. Anda bisa bersukacita bersama dan berduka bersama. Itu kata yang indah: bersama.

Sama seperti dengan keluarga fisik Anda, Anda akan terganggu, frustrasi, dan tidak nyaman dengan keluarga rohani Anda. Namun, sebagai pemimpin, adalah tanggung jawab kita untuk memuridkan orang-orang muda untuk tidak lari dari dan meninggalkan gereja, tetapi untuk terus maju. Menikmati gereja. Mencintai gereja. Melayani gereja. Bagaimanapun, kita akan menghabiskan kekekalan bersama.

"Jadi, kamu bukan lagi orang-orang asing dan pendatang, tetapi sesama warga dengan orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah" (Efesus 2:19, AYT).

3. Gereja Dapat Memengaruhi Dunia

Banyak anak muda yang berorientasi pada tujuan. Mereka ingin hidup mereka berarti dan ingin membuat dunia di sekitar mereka menjadi tempat yang lebih baik. Salah satu nilai inti Generasi Z adalah menjadi bagian dari tujuan yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Jadi, bantulah satu generasi memahami bahwa ketika gereja dipersatukan dan dimobilisasi, neraka tidak dapat menang melawannya. Tidak ada tujuan yang lebih besar daripada tujuan Kristus dan gereja-Nya.

Dalam hal menanggapi bencana, perdagangan seks, ketidakadilan, pengasuhan anak yatim, dan kebutuhan lainnya, gereja adalah penanggap terbesar. Apakah kita selalu melakukannya dengan benar? Tidak. Apakah kita terkadang terlambat mengetahui dan terlibat di dalamnya? Ya. Namun, ketika gereja (didorong oleh Roh Kudus) berkumpul di sekitar suatu tujuan, tidak ada yang bisa menghentikannya. Dan, dunia memperhatikan.

"Akan tetapi, kamu akan menerima kuasa ketika Roh Kudus telah datang kepadamu dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria, dan sampai ke bagian bumi paling ujung" (Kisah Para Rasul 1:8, AYT).

4. Gereja Dapat Memaksimalkan Kehidupannya

Para pengikut Yesus yang dewasa secara rohani menyadari bahwa Kekristenan yang sejati lebih berkaitan dengan orang lain daripada diri kita sendiri. Kita dipanggil untuk mengasihi Allah; kita dipanggil untuk mengasihi orang; dan kita dipanggil untuk memuridkan.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Hukum Terutama dan Amanat Agung memanggil setiap pengikut Yesus untuk melakukan tiga hal: mengasihi Allah, mengasihi sesama, dan menjadikan murid. Tidak dapat disangkal bahwa kita memuridkan suatu generasi untuk memiliki doa dan sikap yang sama seperti Yohanes Pembaptis -- "Dia harus semakin besar dan aku harus semakin kecil" (Yohanes 3:30, AYT). Para pengikut Yesus yang dewasa secara rohani menyadari bahwa Kekristenan yang sejati lebih berkaitan dengan orang lain daripada diri kita sendiri. Kita dipanggil untuk mengasihi Allah; kita dipanggil untuk mengasihi orang; dan kita dipanggil untuk memuridkan.

Untuk melakukan ini, setiap orang Kristen (termasuk orang muda) diberikan karunia rohani melalui berdiamnya Roh Kudus. Karunia-karunia rohani ini digunakan untuk menguatkan orang lain dalam tubuh Kristus. "Sebab, aku sangat ingin bertemu denganmu supaya aku dapat memberimu karunia rohani untuk menguatkan kamu, yaitu supaya kita sama-sama diteguhkan oleh iman masing-masing, baik imanmu maupun imanku" (Roma 1:11-12, AYT).

Ironisnya, semakin Anda melayani, mengasihi, dan mencurahkan hidup Anda untuk orang lain, semakin banyak sukacita, harapan, dan kedamaian yang cenderung Anda miliki. Gereja bukanlah organisasi yang diciptakan untuk memenuhi preferensi Anda; gereja adalah umat yang diciptakan untuk mengenal Tuhan dan melayani sesama. Ini memaksimalkan keefektifan dan warisan hidup Anda, dan tidak seorang pun boleh meninggalkan panggilan tinggi itu.

Sebagai pemimpin, kita harus memuridkan generasi berikutnya dalam kebenaran ini, sehingga mereka akan bangkit dan mengajar generasi setelah mereka. Bagaimanapun, inilah tepatnya mengapa gereja Perjanjian Baru terus ada selama 2.000 tahun. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Church Leaders
Alamat situs : https://churchleaders.com/youth/418414-4-truths-the-next-generation-needs-to-know-about-the-church.html
Judul asli artikel : 4 Truths the Next Generation Needs to Know About the Church
Penulis artikel : Shane Pruitt
 

Member login

Request new password