Klik x untuk menutup hasil pencarian. Cari di situs Remaja Kristen

4 Cara Memasuki Tahun Baru bersama Yesus

Submitted by admin on Tue, 07/26/2022 - 09:34

Dan, begitulah kalender (akhirnya!) dibalik dan kita pun memulai tahun baru. Tahun lalu -- dengan suka bercampur duka, beberapa tujuan tercapai dan beberapa memeleset, persahabatan terjalin dan persahabatan terputus -- sudah lewat.

Bagi banyak orang, Tahun Baru hanyalah hari libur. Bagi yang lain, ini adalah saat refleksi yang mendalam, baik tentang tahun lalu maupun masa depan. Bagi pengikut Yesus, Tahun Baru tidak memiliki makna yang unik. Tidak ada narasi alkitabiah mendasar yang berhubungan dengan perayaan kita.

Namun, ini tidak berarti orang Kristen tidak boleh berhenti sejenak dan merenungkan pergantian kalender. Musa memohon kepada Tuhan, "Ajari kami menghitung hari-hari kami, supaya kami memperoleh hati yang berhikmat" (Mzm. 90:12, AYT). Waktu -- detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun -- adalah pemberian untuk kita dari Allah yang baik. Maka, mengikuti Dia dengan bijaksana berarti menebus waktu kita (Ef. 5:16).

Tahun Baru juga bisa mengingatkan kita akan kelahiran baru. Dalam arti tertentu, setiap hari bersama Yesus adalah kesempatan untuk membalik halaman kehidupan yang lama dan menghadapi yang baru. Bagaimanapun, kita adalah manusia ciptaan baru, dan kita melayani seorang Raja yang memperbarui kita setiap hari melalui Roh Kudus.

Gambar: Tahun Baru

Menetapkan tujuan untuk tahun baru adalah tanda penting bahwa kita berniat untuk memuliakan Allah dalam panggilan kita -- pekerjaan dan bisnis, rumah dan gereja, kesaksian pribadi dan publik. Ketika kita bekerja dan membuat rencana, bahkan dalam upaya yang tampaknya tidak penting, kita sedang memenuhi mandat budaya (Kej. 1:28). Pada zaman ini, kita diberkati dengan banyak sumber daya untuk membantu kita memaksimalkan waktu kita: alat-alat digital, pakar-pakar produktivitas, dan blog-blog inspirasional.

Namun, sebelum kita menuliskan tujuan kita, kita harus memulainya dari hati. Godaan bagi orang Kristen adalah membuat rencana kita dan menambahkan sesendok Yesus di atasnya, dan bukannya mempersilakan Dia membentuk keinginan dan motivasi dalam diri kita untuk melakukan pekerjaan-Nya.

Jadi, entah kita membuat tujuan yang konkret atau yang lebih abstrak, entah kita menuliskan resolusi atau tidak melakukannya sama sekali, berikut adalah empat langkah penting yang dapat kita ambil, saat kita mengintip ke tahun yang baru, untuk lebih mendekat kepada Kristus.

1. Mengingat

Orang bijak di Kitab Pengkhotbah berkata, "Ingatlah Penciptamu selama hari-hari kemudaanmu, sebelum hari-hari penderitaan datang dan tahun-tahun mendekat, ketika kamu akan berkata, 'Tidak ada kesenangan bagiku dalamnya'" (Pkh. 12:1, AYT). Pada bulan Januari, tahun masih baru dan peluang tampak segar. Begitu banyak pemimpin produktivitas mengkhotbahkan Injil pemberdayaan diri, tetapi sebagai orang (yang percaya) Injil, kita tahu rapuhnya kehidupan manusia. Kita tahu setiap napas adalah keajaiban, karunia yang diberikan kepada kita oleh Pencipta kita.

Saya suka kata-kata penulis himne Thomas Obediah Chisholm (1866 -- 1960):

Musim panas dan musim dingin, dan musim semi dan panen,
Matahari, bulan, dan bintang-bintang di jalan mereka di atas,
Segenap alam bersama bersaksi dengan berbagai cara
Tentang kesetiaan, belas kasih, dan kasih-Mu yang besar.


Dalam dunia yang terkutuk dan kacau, ciptaan itu sendiri mengingatkan akan kesetiaan Allah yang agung. Setiap musim yang baru adalah kesaksian, penunjuk jalan, tentang anugerah. Jadi, tanggapan yang tepat untuk tahun lalu, baik atau buruk, bukanlah "Saya berhasil melewatinya" atau "Lihat apa yang saya capai." Melainkan, "Terima kasih, Tuhan."

2. Bertobat

Penyembahan kita kepada Allah karena kesetiaan dan keagungan-Nya, yang dibuktikan dengan pergantian musim, seharusnya membawa kita pada pertobatan. Kebaikan-Nya membuat kita merasa hancur dengan cara yang baru saat dosa kita disingkapkan oleh terang kemuliaan-Nya. Namun, ini bukanlah latihan introspektif yang tidak sehat, latihan fokus berlebihan pada diri sendiri. Bertobat adalah bersukacita. Kita meyakini janji 1 Yohanes 1:9 karena kita tahu pengampunan kita telah dibeli di kayu salib.

Mengawali tahun baru dengan pertobatan berarti mendekatkan diri kepada Yesus, mengambil anugerah baru yang menjadi milik kita di dalam Dia. Inilah, sebabnya mengapa pengakuan (dosa) selalu membawa kelegaan dan sukacita. Ini adalah pintu gerbang menuju keintiman yang lebih dalam dengan Allah.

Bagaimana mungkin kita memulai rencana dan perjalanan baru pada tahun lalu tanpa terlebih dahulu mempersilakan terang-Nya menembus kegelapan hati kita dan mengungkapkan area yang membutuhkan pertumbuhan? Bagaimana mungkin kita mulai bergegas dan bekerja dan bermimpi tanpa terlebih dahulu memperbarui sukacita kita di dalam Dia yang mengarahkan langkah-langkah kita?

3. Perbarui

Bukan suara Juru Selamat Anda, tapi bisikan musuh yang mengatakan bahwa Anda kurang berharga karena Anda menghancurkan resolusi Anda. "Tahun baru yang lebih sukses" tidak akan membuat Yesus lebih mengasihi Anda.


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Tahun Baru juga harus menjadi waktu untuk memperbarui komitmen lama, seperti pernikahan, keluarga, dan gereja. Sebelum kita memulai rencana besar untuk menurunkan berat badan atau mengembangkan keterampilan baru -- tujuan-tujuan yang baik -- mari kita mulai dengan memperbarui komitmen inti yang sudah kita miliki.

Pekerjaan kita yang paling penting adalah apa yang kita lakukan di dalam tembok rumah kita -- mengasihi pasangan kita dan membesarkan anak-anak kita dalam suasana kesalehan dan kasih karunia. Kita menghidupi Injil dengan paling baik ketika kita menghidupinya dalam ritme pertobatan dan pengampunan dengan orang-orang terkasih sehari-hari. Kita harus menolak kebohongan yang mengatakan bahwa kesuksesan membutuhkan pengabaian komitmen keluarga.

Kita juga harus memperbaharui diri kita pada kehidupan iman tubuh gereja lokal kita yang menghargai Alkitab, memberitakan Injil. Gereja lokal adalah tempat misi Allah di dunia, di mana kita berkumpul dalam komunitas untuk menyatakan Kristus sebagai raja setiap minggu, dan di mana kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (Flp. 2:12) dengan saudara dan saudari di dalam Kristus.

Komitmen terhadap pernikahan, keluarga, dan gereja tidak selalu terlihat atau terasa signifikan. Akan tetapi, kesetiaan dalam hal-hal inti ini dalam jangka waktu yang lama adalah kehidupan yang radikal dan berbeda dengan budaya utama dalam masyarakat. Mereka membentuk kebiasaan seorang murid dan menunjukkan kepada dunia seperti apa menjadi seorang Kristen.

4. Istirahat

Tahun Baru seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat. Pertama, kita bersandar pada realitas identitas kita di dalam Kristus. Kita mungkin gagal memenuhi tujuan kita yang begitu banyak pada tahun lalu. Yesus masih mengasihi kita, terlepas dari kegagalan kita, keadaan di luar kendali, dan kekecewaan. Injil memberitahu kita bahwa Dia mengasihi kita di tengah keadaan ini.

Bukan suara Juru Selamat Anda, tapi bisikan musuh yang mengatakan bahwa Anda kurang berharga karena Anda menghancurkan resolusi Anda. "Tahun baru yang lebih sukses" tidak akan membuat Yesus lebih mengasihi Anda. Bagaimanapun, Dialah yang memanggil orang-orang berdosa yang hancur dan memberdayakan mereka untuk misi-Nya. Para rasul yang gagal, mantan penganiaya, orang Farisi yang pulih -- tubuh-Nya semua terdiri dari mereka.

Kedua, kita harus merencanakan untuk beristirahat secara fisik. Kita tidak sering melakukan ini pada saat Tahun Baru. Kita berencana untuk bekerja dan bergegas. Akan tetapi, apakah kita menjadwalkan waktu untuk merenungkan dan mengakui kebutuhan kita untuk tidur dan bersantai? Istirahat bukanlah tanda kemalasan atau kelemahan; itu adalah tanda kekuatan spiritual dan keyakinan bahwa ketika kita menutup mata, hidup kita berada dalam genggaman Allah yang berdaulat. Tidur berarti mengatakan bahwa kita bukan Allah dan bahwa dunia dapat terus berjalan tanpa kita.

Jadi, saat kita membuat rencana untuk tahun baru ini, mari kita ingat bahwa bahkan dalam kegagalan kita, kita melayani Dia yang mengingat tubuh kita dan tahu bahwa kita adalah debu (Mzm. 103:14). Kita membuat rencana, tetapi kita tidak bergantung pada itu. Kita memercayakan masa depan kita, bukan pada Evernote atau Kalender Google atau daftar bacaan, tetapi kepada Raja yang memegang dunia di tangan-Nya. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
Alamat situs : https://thegospelcoalition.org/article/4-ways-to-approach-the-new-year-with-jesus
Judul asli artikel : 4 Ways to Approach the New Year with Jesus
Penulis artikel : Daniel Darling
 

Member login

Request new password