Faktor Persahabatan

Submitted by admin on Wed, 04/23/2014 - 12:51

Belum lama ini Gallup mengadakan survey dan menemukan bahwa mereka yang mengikuti ibadah gereja dengan seorang teman dekatnya akan lebih berkomitmen dalam menjalani kehidupan spiritual dan puas dengan ibadah gerejanya. Mengapa "faktor persahabatan" ini begitu bermakna bagi pelayanan anak muda?

Hasil survei menemukan bahwa mereka yang memiliki teman dekat dalam persekutuan memiliki kehadiran yang lebih baik, merasa lebih dekat, dan peduli secara pribadi pada pemimpin rohani dan anggota gereja mereka, serta menghabiskan lebih banyak waktu dalam doa dan penyembahan pada Tuhan setiap harinya. Secara umum, diketahui bahwa generasi ini meletakkan prioritas tertinggi pada persahabatan. Oleh karena itu, penemuan Gallup adalah satu kebenaran bagi para remaja.

Studi menunjukkan bahwa 80% orang Kristen datang pada Tuhan melalui teman. Hubungan relasi adalah bentuk paling efektif dari penjangkauan jiwa dan amat vital bagi remaja. Group Magazine melaporkan bahwa atmosfer persahabatan menjadi faktor nomor satu yang dipakai memutuskan memilih kelompok remaja. Sedangkan, memiliki peralatan teknologi tinggi menjadi faktor nomor 9 untuk seorang remaja mau bergabung.

Adalah penting untuk menyediakan lingkungan dalam persekutuan remaja di mana persahabatan yang kental dapat dengan mudah dibentuk. Apa langkah praktis yang dapat kamu ambil untuk melihat hal ini terjadi dan menjaga anak muda supaya terus kembali lagi?

  1. Ciptakan kesempatan untuk ber-fellowship dengan memberikan sesuatu yang menyenangkan sebagai jembatan satu kegiatan.

  2. Ketika orang suka untuk bersama-sama melakukan apa yang mereka sukai, pertalian secara umum terbentuk dan persahabatan yang solid segera terbentuk. Semua ini membutuhkan tindakan dan suatu janji. Ini lebih mudah daripada yang kamu pikirkan - jika kamu bukan ahli dalam membuat kegiatan, ajak orang lain untuk melakukan hal itu.

    Setelah menetapkan janji dan detail, pastikan untuk mempublikasikan satu event sebagai "jembatan aktivitas" dan pastikan visi ini pada semua anggota kelompok remaja kamu untuk memakai hal ini sebagai cara penjangkauan. Dukung mereka untuk mengundang orang baru, bukan hanya anak-anak yang seusianya yang kamu temui setiap minggu. Beberapa ide yang bisa kamu coba adalah seperti membuat barbeque, bubur ayam gratis, membersihkan mobil, berjalan-jalan naik bukit atau hiking, berolahraga dll.

  3. Membuat pengunjung merasa bagian dari keluarga dengan sambutan yang hangat ketika mereka datang.

  4. Kesan pertama adalah amat penting. Dalam waktu 11 menit ketika memasuki ruangan, orang biasanya memutuskan apakah mereka akan kembali lagi atau tidak. Ini artinya kita punya waktu 11 menit untuk menyapu dan membersihkan kaki mereka melalui sambutan kita.

    Kunjungan kelompok remaja yang baru bisa sangat mengintimidasi, namun kamu dapat mempermudah kekakuan ini dengan tim penyambut. Pilihlah satu kelompok yang energik dan ramah untuk berdiri di depan pintu dan menyambut orang-orang ketika mereka memasuki ruangan denagn senyum lebar dan antusiasme.

    Kunci ini bukan hanya bagi pendatang baru, namun untuk memulai hubungan dengan mereka. Latih pemimpin kelompok remaja untuk mengingat nama, duduk dengan orang baru, menanyakan pertanyaan dan mendorong siapa saja untuk mengundang orang yang mereka temui untuk bisa jalan bersama-sama setelah ibadah selesai.

    Jalan lain untuk memberkati pendatang baru adalah dengan jalan memberi hadiah kecil seperti kue snak, permen atau barang-barang. Juga cobalah menambahkan acara "menjumpai penadatang baru" selama pertemuan ibadah.

    Jika kamu dan dan teman-teman akan membuat usaha penyadaran untuk memberi perhatian, menghargai, memberi nilai, dan mengasihi orang yang datang ke gereja kamu, maka pengunjung akan tersadar--mereka akan kembali lagi.

  5. Menolong memperkuat persahabatan dengan memecah menjadi kelompok kecil.

  6. Cara yang biasa, pecah kelompok menjadi kelompok kecil untuk membuat diskusi yang pertanyaannya telah disiapkan sesuai waktu yang tersedia. Ini memberikan pengurangan rasa terintimidasi bagi orang-orang untuk terbuka dan menjadi yang sesuangguhnya dengan orang lain. Banyak kelompok remaja membentuk kelompok sel atau penelaahan kitab suci pada malam-malam tertentu sepanjang minggu untuk mengadakan pemuridan.

  7. Ciptakan keterlibatan semua orang.

  8. Adalah tugas gembala remaja untuk menyiapkan kesempatan, namun menjadi tugas remaja untuk mengambil inisiatif dan membangun persahabatan yang solid. Latih remaja untuk secara konstan mencari jiwa baru untuk duduk dengan mereka, menyambut mereka, dan mengundang mereka untuk bergaul setelah acara ibadah remaja selesai. Jika persekutuan remaja kamu berfokus untuk membuat jiwa baru merasa dicintai dan nyaman, tidak ada seorangpun yang akan meninggalkan ibadah itu.

    Dengan strategis menyediakan jembatan kegiatan, keluar untuk memberkati pendatang baru, menyediakan kesempatan untuk fellowship kelompok kecil dan membuat setiap remaja terlibat, pelayanan akan berkembang pesat sebagai persekutuan yang membangun hubungan secara pribadi. Orang asing akan terbangun menjadi teman dan para remaja akan menjadi lebih berkomitmen dalam mengejar Tuhan.

    Ketika membuat rencana untuk tahun mendatang, jangan lupa "Faktor Persahabatan".

    Diambil dari:

    Nama situs : Jawaban Spiritual
    Alamat URL : http://www.jawaban.com/
    Judul artikel : Faktor Persahabatan
    Penulis artikel : Tidak dicantumkan
    Tanggal akses : 14 Januari 2014
 

Member login

Request new password