Skip to main content

Selamat Datang di Situs Pelayanan Remaja Kristen

Melayani tubuh Kristus adalah sebuah tugas istimewa bagi setiap kita yang sudah percaya. Mengapa? Sebab, selain hanya diberikan kepada kita yang sudah percaya, pelayanan juga menjadi wadah bagi kita untuk menyatakan karunia rohani yang telah Ia percayakan kepada kita. Keselamatan dan karunia telah disampaikan, maka bagian kita adalah melayani Dia. Jika pada edisi sebelumnya kita telah dibukakan tentang apa itu karunia-karunia rohani, dan bagaimana menemukan, menggunakan, serta mengembangkannya, edisi kali ini akan memperlengkapi Anda untuk mendorong para remaja mengaplikasikan karunia rohani mereka dalam kehidupan gereja. Kami berharap, renungan dan bahan mengajar yang kami sajikan ini dapat menjadi berkat bagi Anda. Selamat membaca. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati.

Toleransi Menurut Alkitab: Belas Kasihan bagi Mereka yang Terhilang

Submitted by admin on

Dalam Kitab Suci, toleransi dikaitkan dengan kasih -- kasih agape, yaitu kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Contoh, Efesus 4:2 mendorong kita untuk menunjukkan “toleransi satu sama lain dalam kasih” (NASB). Toleransi dimulai dengan memikirkan orang lain daripada memikirkan diri sendiri.

Lidah (dan Jari) Api Kita

Submitted by admin on

Apa yang Diungkapkan Kata-kata Tentang Kita

Dalam satu diskusi yang sangat menegangkan dengan orang-orang Farisi, Yesus mengucapkan beberapa kata paling penting yang pernah diucapkan tentang pentingnya kata-kata yang kita ucapkan:

Mematahkan Cengkeraman Media Sosial pada Remaja

Submitted by admin on

Jika buku terbaru The Jesus I Wish I Knew In High School adalah sebuah indikasi, maka keinginan untuk memiliki bergema seperti nada bass yang rendah dan sedih selama masa remaja. Mengingat pengalaman sekolah menengahnya sendiri, pendeta dan penulis Scott Sauls menggambarkan perundungan dua teman sekelas untuk mendapatkan penerimaan dari orang banyak.

Seberapa Kristenkah Pengembangan Diri?

Submitted by admin on

Banyak dari resolusi Tahun Baru kita gagal hanya karena kita tidak membuatnya dalam nama Yesus. Kita membuatnya atas nama kita sendiri -- dengan kekuatan kita sendiri, sesuai dengan kondisi kita, untuk kemajuan dan keuntungan pribadi kita. Resolusi-resolusi itu gagal pada bulan Februari karena mereka begitu fokus pada diri kita -- pada diri sendiri.